Nalarpublik.com, Luwu – Bupati Luwu, H. Patahudding meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Salujambu yang menghubungkan […]
Nalarpublik.com, Luwu – Kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai berdampak serius terhadap pertanian […]
Berita Terkait
Headlines
Nalar Publik
Krisis Listrik di Tengah Kekeringan, Karyawan BMS Pahami Keputusan Dirumahkan
Nalarpublik.com, Luwu – Keputusan PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) merumahkan sementara ratusan karyawan mendapat respons […]
Tambang Ilegal Bajo Barat Belum Juga Dihentikan, Bakdo HMI tagih Ketegasan Kementrian ESDM
Nalarpublik.com, Luwu – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan (Badko HMI Sulsel) mendesak Kementerian […]
BMS Targetkan Karyawan Dirumahkan Kembali Bekerja dalam Empat Bulan
Nalarpublik.com, LUWU – Sebanyak 550 karyawan PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) telah dirumahkan sementara hingga […]
PETI di Bajo Barat Beroperasi Siang Malam, KAHMI Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Kepolisian Luwu
Nalarpublik.com, Luwu – Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, kembali […]
PETI Bajo Barat Masih Berjalan, Aktivis Soroti Kapolres Luwu
Nalarpublik.com, Luwu – Ketua Yayasan Lestari Alam Luwu, Ismail Ishak, menyoroti kinerja Kapolres Luwu AKBP […]
Bupati Luwu Paparkan Rencana Bendung dan Reservoar Sungai Bua
Nalarpublik.com, Luwu – Bupati Luwu, H. Patahudding memaparkan rencana pembangunan bendung dan reservoar Sungai Bua […]
Sudah Dua Kali Ditertibkan, PETI Bajo Barat Kembali Beroperasi, Publik Nilai Polisi Lakukan Pembiaran
Nalarpublik.com, Luwu – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, […]
FORDES MATAPPA Tingkatkan Kesiapsiagaan Desa Hadapi Kebakaran dan Kondisi Darurat
Nalarpublik.com.Meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau mendorong FORDES MATAPPA bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat hingga ke tingkat desa. Salah satunya melalui peningkatan kemampuan Kader Jaga Mobilisasi (KJM) yang selama ini bertugas di Pos Jaga Desa agar memiliki bekal menghadapi kebakaran maupun kondisi kedaruratan di tengah masyarakat. Melalui pelatihan yang diberikan Emergency Response Team (ERT) MDA, para Kader Jaga Mobilisasi dibekali keterampilan pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk praktik resusitasi jantung paru (RJP) dan bantuan pernapasan. Kader Jaga Mobilisasi merupakan warga desa yang direkrut melalui FORDES MATAPPA dan menjadi bagian dari pelaksanaan Jaga Desa. Mereka bertugas secara bergantian di Pos Jaga Desa untuk membantu menjaga keselamatan dan ketertiban mobilisasi kendaraan yang melintasi wilayah desa. Melalui pelatihan tersebut, kemampuan mereka kini diperluas agar dapat memberikan tindakan awal ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitarnya. Pembekalan ini menjadi semakin relevan setelah meningkatnya kejadian karhutla di Kabupaten Luwu selama musim kemarau. Belum lama ini, kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Bua bahkan menyebabkan asap menyasar kawasan permukiman, sementara titik api yang belum terkendali sempat dikhawatirkan berdampak lebih luas. Pengalaman serupa juga pernah dirasakan masyarakat Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat. Saat kebakaran lahan terjadi, warga yang tergabung dalam FORDES MATAPPA bersama masyarakat ikut bergerak membantu melakukan pemadaman awal untuk mencegah api semakin meluas. Bagi Ketua FORDES MATAPPA Desa Bonelemo, H. Maming, pengalaman tersebut membuat pelatihan kali ini memiliki arti tersendiri. “Kami pernah turun langsung ketika terjadi kebakaran lahan di Bonelemo. Waktu itu kami bergerak dengan kemampuan dan peralatan yang ada. Setelah ikut pelatihan ini, kami jadi lebih paham bagaimana melakukan pemadaman awal dengan benar dan tetap memperhatikan keselamatan saat membantu,” ujar H. Maming. Sementara Hasbullah, Kader Jaga Mobilisasi dari Tolajuk, melihat pelatihan tersebut sebagai bekal yang dapat digunakan tidak hanya saat menjalankan tugas di Pos Jaga Desa, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. “Kita tentu tidak berharap ada kejadian, tetapi kalau suatu saat terjadi, paling tidak kami sudah punya pengetahuan dasar untuk bertindak. Kami juga belajar RJP dan bantuan pernapasan. Ilmu seperti ini penting untuk dibawa kembali ke desa dan mudah-mudahan bisa kami bagikan kepada masyarakat lainnya,” kata Hasbullah. Tim ERT MDA dalam pelatihan tersebut menekankan bahwa kemampuan melakukan tindakan awal harus selalu mengutamakan keselamatan. Para kader diajarkan mengenali kondisi yang masih memungkinkan dilakukan pemadaman awal, menggunakan APAR secara tepat, hingga mengetahui kapan harus menjauh dan meminta bantuan petugas dengan perlengkapan yang lebih memadai. Dalam materi BHD, para kader juga berlatih melakukan pemeriksaan awal terhadap korban, RJP dan bantuan pernapasan sebagai tindakan pertolongan sambil menunggu penanganan medis lebih lanjut. Penguatan kemampuan Kader Jaga Mobilisasi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi keberadaan Pos Jaga Desa. Pos yang awalnya dibentuk untuk mendukung keselamatan dan ketertiban mobilisasi di wilayah desa, ke depan diharapkan dapat semakin berperan dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi darurat. Seiring dengan itu, dari masyarakat mulai muncul harapan agar ke depan setiap Pos Jaga Desa dapat dilengkapi kendaraan pemadam serba guna. Selain mendukung respons awal saat terjadi kebakaran, kendaraan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari. Salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi menilai keberadaan kendaraan tersebut akan memberikan manfaat yang cukup luas bagi desa. […]
Krisis Listrik BMS Akibat Kekeringan Picu Penurunan Produksi Smelter, Sejumlah Karyawan Dirumahkan Sementara
Nalarpublik.com, Luwu – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), industri pengolahan mineral atau smelter bagian dari […]











