FGD Pelajar Anti-Bullying, Wujud Gerakan Kepemimpinan Berdampak PKD TM 1 Putra Darul Arqam Balebo

Nalarpublik.com, Luwu Utara – Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 (PKD TM 1) Putra Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pelajar Anti-Bullying” pada Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kompleks pondok pesantren tersebut menjadi bagian integral dari rangkaian PKD TM 1 Putra.FGD ini digelar sebagai respons terhadap maraknya isu kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Bacaan Lainnya

Melalui kegiatan tersebut, para kader didorong untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan bebas dari segala bentuk intimidasi.Kegiatan dipandu langsung oleh Salim Maula Abu Hudzaifah selaku Master of Training (MoT).

Salim yang juga menjabat sebagai anggota Bidang Organisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan menegaskan bahwa FGD Anti-Bullying bukan sekadar diskusi seremonial, melainkan pengejawantahan langsung dari paradigma baru Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), yakni “Gerakan Kepemimpinan Berdampak”.Menurut Salim, paradigma tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu:

  1. Berdaya: Kader IPM harus memiliki kapasitas diri, kesadaran emosional, dan kekuatan nalar kritis untuk menolak, mencegah, serta membentengi diri dari perilaku perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun siber (cyberbullying).
  2. Bermaslahat: Kepemimpinan yang lahir dari PKD TM 1 harus membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Dengan memutus mata rantai bullying, para santri tengah menghadirkan kemaslahatan berupa rasa aman dan ukhuwah Islamiyah di dalam asrama.
  3. Berkelanjutan: Komitmen menolak perundungan tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai. Nilai-nilai perdamaian ini harus mengakar menjadi kultur pesantren yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kader TM 1 adalah corong penggerak di akar rumput. Paradigma ‘Gerakan Kepemimpinan Berdampak’ menuntut kita untuk tidak diam melihat ketidakadilan. Melalui pilar Berdaya, Bermaslahat, dan Berkelanjutan, santri Darul Arqam Balebo harus menjadi agen perdamaian yang memastikan bahwa pesantren adalah ruang suci yang memanusiakan manusia,” tegas Salim Maula Abu Hudzaifah.

FGD yang berlangsung interaktif tersebut membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kerja. Mereka ditantang untuk membedah studi kasus mengenai dinamika psikologis korban perundungan serta merumuskan resolusi konflik yang berbasis pada nilai-nilai persaudaraan Islam.

Di akhir sesi, seluruh peserta PKD TM 1 Putra menyepakati manifesto bersama untuk menjaga iklim pesantren yang sehat, saling mendukung, dan berkemajuan.Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 merupakan gerbang utama perkaderan formal Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tingkat dasar.

Pelatihan ini bertujuan membentuk karakter, menanamkan ideologi Muhammadiyah, serta mengasah kepemimpinan santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, demi terwujudnya tujuan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *