Reses Sulaeman Ishak di Tobalo, Warga Sampaikan Beragam Aspirasi Pembangunan

Nalarpublik.com, Luwu – Anggota DPRD Kabupaten Luwu, Sulaeman Ishak, SP, menggelar reses di Desa Tobalo, Kecamatan Ponrang Selatan, Kamis (23/4/2026), yang dihadiri warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan.

Dalam suasana dialog terbuka, warga menyampaikan langsung aspirasi mereka, mulai dari persoalan infrastruktur hingga pertanian yang dinilai mendesak untuk ditangani.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang paling mengemuka adalah kebutuhan jembatan penghubung antara Desa Tobalo dan Desa Lampuara. Usulan tersebut disampaikan Andi Arrow yang mewakili warga.

“Pak Dewan, jembatan ini sangat kami butuhkan. Selama ini akses masih sulit, padahal ini jalur penting masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sulaeman Ishak mengakui pentingnya keberadaan jembatan untuk menunjang mobilitas masyarakat. Namun, ia menilai perbaikan akses jalan menuju lokasi juga perlu menjadi perhatian awal.

“Memang jembatan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat. Tapi sebelum itu, kita upayakan dulu perbaikan jalannya supaya akses dasar bisa lebih baik,” jelasnya.

Di sektor pertanian, Akbar yang juga menjabat sebagai Lurah Pattedong, mempertanyakan secara langsung teknis penerapan program IP 300 atau pola tanam tiga kali setahun.

“Bagaimana teknis IP 300 ini diterapkan di lapangan, supaya petani bisa benar-benar jalan tiga kali tanam dalam setahun?” tanya Akbar.

Menjawab hal itu, perwakilan Dinas Pertanian menjelaskan bahwa ada potensi besar untuk penerapan program tersebut, dengan catatan dukungan sarana dan prasarana harus terpenuhi.

“Program IP 300 direncanakan mulai tanam perdana pada Mei tahun 2026 di wilayah Kecamatan Ponrang. Teknisnya tentu menyesuaikan kesiapan air, benih, dan pola tanam yang teratur. Kita upayakan berjalan optimal, meski tetap ada tantangan di lapangan,” ungkapnya.

Aspirasi lain datang dari Jasmin, mantan Kepala Desa Tobalo, yang menyoroti persoalan luapan air irigasi yang kerap terjadi saat musim hujan hingga merendam sejumlah rumah warga di tobalo.

Menanggapi hal tersebut, Sulaeman menyebut persoalan pengairan perlu penanganan teknis yang terencana agar tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Masalah irigasi ini akan kita koordinasikan, supaya ada penanganan yang tepat dan tidak lagi merendam rumah warga,” katanya.

Menutup pertemuan, Sulaeman kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.

“Semua yang disampaikan hari ini akan kami kawal dan teruskan. Ini memang kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *